26 Feb

Bagaimana cara mengajarkan anak kita dzikir sehari-hari ?

Jawaban :

Segala puji bagi Allah ta’ala semata, anak-anak itu harus sudah mulai ditalkinkan dzikir pagi petang, doa makan dan minum, perdengarkan mereka dzikir-dzikir, upayakan mereka untuk menghafal dzikir itu dan selalu memperaktekkannya.

Saat mereka di usia 3-4 tahun, jalinlah hubungan mereka dengan Allah ta’ala, dengan begitu jiwanya akan tumbuh dalam ketaatan pada Allah ta’ala serta fitrahnya akan terselamatkan dari jeratan penyimpangan dan kesesatan.

Pada suatu hari ada satu keluarga yang hendak rekreasi ke pantai, setibanya di pantai, anaknya langsung berlarian ke laut dengan rasa senang dan penuh kegembiraan, tiba-tiba si anak kembali lagi dan bertanya pada ibunya: ibu dzikir apa yang diucapkan pada tempat ini?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa maksud dari dzikir yang ditanyakan adalah dzikir yang bersumber dari nabi shallallahu alaihi wasallam: berkata khoulah binti hakim Rodhiyallahu anha : aku mendengar Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “siapa saja yang singgah disebuah tempat kemudian dia mengucapkan :

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

Maka tidak akan membahayakannya sesuatu apapun juga sampai dia pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim)

Sungguh anak ini merasa bahwa seorang muslim memiliki dzikir-dzikir tertentu, ada yang khusus pada waktu-waktu tertentu ada juga yang khusus pada tempat-tempat tertentu. Anak ini telah menemukan hakekat menjalin hubungan dengan Allah ta’ala, dan ini akan senatiasa terus ada padanya dimana buah daripada kebaikan ini semua akan kembali pada orang tuanya, jika seorang anak tumbuh dalam didikan seperti itu maka niscaya dia akan menjadi anak yang sholeh dengan izin Allah ta’ala. Hal ini akan memberikan pengaruh baik bagi teman-temannya dan juga setiap orang yang berinteraksi dengannya.

Kisah yang tidak kalah menariknya masih seputar anak yang tumbuh dengan menjalin hubungannya dengan Allah ta’ala:

Pada suatu hari datang seorang anak berusia 4 tahun, ia datang menghadap ibunya dengan mengenakan pakaian baru, setelah kakak perempuannya yg berusia 13 tahun memakaikannya, sang ibu berkata padanya: kemari ibu ucapkan doa ketika memakai baju baru, si anak menjawab: aku sudah mengucapkannya, ibunya sangat terheran, karena ia tahu kalau anak ini belum hafal doa mengenakan pakaian baru, anak itupun berkata pada ibunya: kakak sudah membacakan doanya kemudian aku ikut sampai aku hafal doanya.

Perhatikanlah perilaku baik pada anak perempuan ini, dia memiliki pengaruh sampai terhadap saudaranya yang masih kecil pun dipengaruhi olehnya.

Dari kitab أمهات قرب أبنائهن

Diterjemahkan oleh Ust. Dahlan Karim

 

Leave a Comment